Rabu, 30 Desember 2009

On The Night Like This

MOCCA - on the night like this

On the night like this
There’s so many things I want to tell you
On the night like this
There’s so many things I want to show you

Cause when you’re around
I feel safe and warm
When you’re around
I can fall in love every day

In the case like this
There are a thousand good reasons
I want you to stay…

Minggu, 27 Desember 2009

Listrik Mati


Selaras malam yang berbisik kepada matahari...
Ku bisikkan padamu bunga2 tidur dari persemayaman abu2 gelora sanubari
Lumpur hiduplah yang menyeret hembusan kata itu menuju sela2 kepala..
Seharusnya tidak bergerak agar aku tak tenggelam dalam semrawut coklatnya..
Mengental, meleleh dan gumpalan es telah luluh..

Disuatu saat aku tidak tau kenapa
Dipunggung beban bergejolak
Dicipratan cahaya membara
Dilangkah gontai tak berarah
Diayakan jaring
Disuram masa lampau
Disitulah terproses semilir nafas yang ternyata tidak terdengar
Dikau seperti tau sisi2 lemah kami.
Ya.."kami" bukan hanya aku tapi begitulah kami menyebut diriku.
Dan jika kau tanyakan pada mereka "Apa yang kau lihat??"
Mereka akan menjawab "Mereka..."

Hahaha..tertawalah sekuntum mawar menenembus sinyal2 diseantero negri..
Malaikat dengan sayap kanan kiri yang bimbang bagaimana dan kemana mengepakkan sayap..
Putih bulu2mu tak akan rontok..Dan rintik2 hujan takkan berani menghindar jika benar engkau menyukai mereka..Selama masih bisa terlihat bunga matahari serta kurasakan aroma siang malam menembus kulit..Di bumi aku berpijak disitulah diriku berada..Masih berkutik sibuk dengan "Mimpi Diatas Lusuh Sandal Jepit".

Tepat setelah Maghrib..
Lampu telah menyala, terdengar lagi lirik lagu bercengkrama dengan suasana..
Dan ketika kuatnya otot2 aroma feromon benar2 mencengkram lampu2 mata
Aku hanya berharap perisai2 tetaplah kokoh.
Hingga tetap terjaga karya masa depan yang begitu futurustik, canggih, fantastik dan fenomenal..Hahaha..

Yakinkan gigiku untuk selalu terlihat..
"Benu Dharmo"

Senin, 07 Desember 2009

Hantu Narsisismo




Belum pernahlah itu, memang tak suka itu atau entah tidak bisa membusungkan dada dengan rupa kusut..takut akan pembohongan publik..tapi kurasa sesekali tak apalah..Hehehe..

Suntuk berhari menjalani kekosongan ruang, melamun sudah cukup banyak, dalam balon lamunan telah tersusun rencana matang dipentok mata hijau yang selalu saja membatasi posisi tidur untuk berubah- ubah sesuai selera. Entah sampai kapan, biarlah berguling- guling mengelinding seirama tarian munafik dulu. Sekarang saya sudah sembuh dari penyakit kronis yang melanda lambung.. Lecet pemberian jatuh sudah kering bahkan telah mreteli sendiri.. Warnanya pink di seluas lukanya ada bercak2 agak gelap. Panjangnya sekitar 12 cm.. Yah berbekas pun tak apalah, biarkan menjadi salah satu jejak- jejak lamunan hidup...wiihhh...

Tiba- tiba dumadakan..Seiring langkah matahari siang di atas kepala, ada sesuatu yang melesat lincah dilangit.. oh..ternyata pesawat.. Terdengar bisik daun kering, eh..ada tamu...Tertenteng kamera dan terfoto wajah dari sudut maksa., ekspresi wagu dihiasi benjolan2 lubang jerawat. Kali ini ditemani suara anak kambing sumbangan pemerintah yang kurasa proyek mengada- ada, dipaksakan, memaksa dan meleset. Bau intil dan kencing mereka berdua...Hmmm.. Mak Nyus...Ajiiipppp.....!!MAngstap..!!

Sudut fotogenik dari bingkai semrawut kota, melafalkan ayat2 narsisisme yang berlebihan dan semakin bergemuruh dimana2..Tersesat pada keagungan diri sendiri, munafik, egois, picik, licik, dan urik.. berwarna dari tinta kegalauan, resah gelimang resah gelisah, bingung lagi...dan terjadi sosok wagu serta lain- lain dan..

Memang kadang jauh lebih ganteng dari aslinya, lebih seksi, putih bening, manis dan seterusnya lain- lain bagai. Bisa dikategorikan pembohongan publik oleh fotogenik-nya seseorang atau dibagi menjadi beberapa level tangan- tangan urik licik yang memfotogenik-kan rupa buruk mblaker2...hehehe, cermat.. Hebat halus mulus, Ah!!au ah...

Senin, 23 November 2009

Senandung Maaf

oleh : White Shoes And The Couples Company

Senandungkan lagu ini
Atas rindu di hati
Berlutut di lantai bumi
Bersedih menyepi

Toreh kisah senandung kasih
Maafkan tuan aku berjanji

Tak mau menuai murka
Untukmu oh kawan
Berbisik di dalam hati
Kumohon maafkan

berbagi peluh menuju cita
Daku membasuh keringat luka

Du du du du.................

Merpati di atas dahan
Menyusun sarangnya
Kukembalikan hatimu
Seperti semula

Hapuskanlah lagu terangi cinta
Meniti lagu menyemat suka

Du du du du.................

Gelombang nestapa.....
Gelombang nestapa.....
Gelombang nestapaku harap sirna

Gelombang nestapa.....
Gelombang nestapa.....
Gelombang nestapaku harap sirna

Minggu, 22 November 2009

Terjatuh dan Bonyok

Sabtu kemaren terjatuh..Hahaha..gigi meringis dan hanya bisa tertawa mengalaminya. Dua roda terpeleset oleh pasir dan seorang wanita berkedok kerudung akan menyeberang serta seorang pengendara didepan teman yang menyetir. Hari yang sial..

Tidak ada yang mau celaka dan tidak ada pula yang mau menjadi seorang gila...hehe, Dia kurang waras atau idiot cacat dan lain- lain yang kurang beruntung ya manusia juga..Dengan status negeri, swasta, sama, setara sederajat disamakan dan dimengerti. Mungkin belum waktunya atau memang dasarnya. Sedikit kehilangan manis pahit asam asin serta merta menafikkan beberapa hal yang memang tidak menantang..

Takut akan jebakan tikus dan perangkap maling yang biasa menyertai sela- sela hitam kuku- kuku tangan, bosan kepada maut yang tak kunjung menjemput, buang maut dari pikirku yang tak cukup luas. Meluaskan dan menjadikan luas teritori jangkau hembus.. Menyederhanakan, mudah dimengerti, komunikatif, minimalis, simbolis yang angkuh. Bukan lagi sayap2 patah akan tetapi kepala patah. Membunuhnya tidak dengan pisau, gergaji, palu ataupun cangkul melainkan dengan huruf "0".

Susah dan lelah, jika hidup tak ada lagi tantangan lebih baik tidak hidup,hahaha...Lagi2 hanya tertawa. Diam seolah dapat membunuh dan bosan benar2 berbahaya. Senandung lagu menepi dijurang, mendorongnya atau memaafkannya.. Diatas dedaunan kering bukan aku tapi para kucing kawin..

Zona- zona nyaman, dimana biasa terjebak.. Raut- raut yang tidak bisa ditebak, mengarahkan kepunahan massal kepada ciutnya nyali. Sebatang korek biru menyala dan sesosok terlihat bingung dengan asap yang mengepul dari mulut bisu. Kebodohan melanda setanah air, saling membodohi mengelak bertahan dan menyerang balik.

Tapi baru dua kali itu dan simbol2 yang diajarkan oleh buku2 berpengaruh hingga membatasi ruang2 pikir. hmm..tidaklah.. sederhanakan saja masalah bersama jalan keluar. Sederhanakan hingga tidak serumit ini..Satu Tuhan, satu negara, satu jiwa raga, satu nyawa dan selalu ada angka "0" sebelum "1".

Luka ditangan dan jemari mengering tapi belum bisa dicuil koreng2nya, akan berbekas yang entah butuh berapa hari untuk hilang, menghilang dan menghilangkan.

Dan Selalu ada 2,3,4 dst
"Sayap- sayap Angin"

Kamis, 12 November 2009

Monarki dan Roti

Sebuah hermaproditismo....Jika saja manusia mempunyai 3 atau lebih banyak lagi jenis kelamin.....Pastilah seru saat kita main- main..hehe.. Seumpama ada lima dalam satu ruangan, proses produksi menjadi asik dan sedikit merepotkan. Ada aku kamu dan teman- teman saling meremas- remas dan selanjutnya bayangkan sendiri saja...hahaha..

Gemah Ripah Loh Jinawi,hidup makmur dan bahagia melimpah ruah, meluber mbleber- mbleber., poligami. Mulutmu luber, matamu stereo, kakimu mono. Kaki semu berjalan tanpa terkendali, monarki diri membenarkan apa di mana saja. Semua terkendali dengan baik, efektif dan efisien, serta merta melakukan apa pun yang teringinkan. Sampai pada titik jenuh dimana semua terus berputar searah jarum jam pasir, dan kembali kepada angka semula satu dua tiga empat lima enam tujuh delapan sembilan sepuluh sebelas dan dua belas. Hingga berputar terbalik dan tetap saja titik jenuh akan terus kembali merogoh kantong- kantong riang menjadi semu.

Tidak ada botol minuman keras berceceran diatas karpet merah, tapi baunya yang tajam menuju dua lubang dan membangkitkan mayat- mayat tidur, sebatang rokok masih menyala, dengung nyamuk berkelana saling berebut darah bercecer. Mengental kering anyir... Bangkit membawa sebilah pisau yang menancap didalam rasa dan membunuhnya. Jika itu mati maka tidak ada jawaban kepada potongan- potongan kain yang tersusun rapi membentuk gaun putri malu. Tidak ingin terjadi tapi sering menginginkan, tidak pernah namun berkeinginan kuat. Manusia tak pandai bicara dan bodoh bersama sisa rautan pensil yang telah menjamur menoleh kepada maut.. Bisu bingung mematung, ternyata masih waras. Sepotong roti simpan dibawah bantal, berkelana menjalar berharap tidak menjamur atau dimakan tikus clurut.. Kopi habis, rokok mati, sudah tidur saja...

"Angin Malam-malam"

Selasa, 10 November 2009

Ratapan Dosa Ambigu

Kata tumbuh..merapuh ganda tanpa tinggi rendah intonasi goreng, tanpa ekspresi cacat muka, memfasihkan jejari dalam mesin jahit..mengetik..Kerapuhan yang ujung tombak dalam misteriusa berganda dobel- dobel, bibir tak bergerak bermaksudkan tak jelas dan membawa negatif cahaya untuk diproses tercetak dari respon, gerak gerik serta berwujudkan kalakuan yang sebaliknya...

Iya...positif hamil saja...sekali lagi positif hamil saja...sekali lagi positif hamil saja...sekali lagi positif hamil saja...hahaha...Setengah bulu2mu menempel dikulit mulus, mungkin katamu benar atau memang benar- benar benar. Sekedar meraba tanda lalu lalang hijau, yang mengarahkanku kepada aspal kota- kota sepi. Mungkin suka ini mugkin tidak mungkin memang ini..Ini itu ini itu ini itu lagi...hahaha lagi...dan kubilang iya..tapi mugkin..

Dosaku karena ini itu menguras pikiran, melemahkan dan kehilangan setangkai liang, memang tidak semua, hanya berharap ada salah satunya...mungkin ada munkin tidak mungkin ada.. Anjing dan anjing!! sedikit berbeda..itulah..

Menjadi seperti cenayang karena gambar tak sengaja ataukah kebetulan terealisasi.. Selama ini kurasa belum pernah kupikir atau sekedar terpikir..Film mengarahkanku pada cenayang kurus tolol. Aku tidak peduli dengan apa dan siapa saja sama dikaca mata kuda. Huh..tidak mengerti..

Ada seorang mengamuk di warung, tidak tahu kenapa...tubuhnya besar agak gendut mukanya seram, memakai celana pendek jemper hitam motif hijau tak kuperhatikan. Keyboard digebrak mengeluarkan suara lolongan anjing yang kupikir seluruh ruangan mendengarnya...Dan keluarlah kata "PANTEK!!" dari mulutnya.."Kau itu tai pantek bung...!" batinku..Dia bangkit dan menyalakan AC yang tadi minta kumatikan..tubuhnya panas kepala panas dan k**t*lnya panas mungkin iya mungkin.."Biasa saja bung!!"batin saja karena kepala saya sudah tua bung!!Haha..

Termakan ambiguitas kata, menjadikan remuk2 dosa tertata rapi oleh susunan formasi bata, lempar dan mencerna dengan perut kenyang...Tampar dengan tangan hampa bebas kuman. Untuk lebih jelasnya auramu berubah..Menyenangkan..Tapi mungkin benar mungkin benar- benar betul.. Dan larik- larik kata itu tanda yang dapat disirami ambigu nona.. Langsung bawa file saja tanpa negatif...sekarang sudah jaman digital..Berhati- hati menggunakannya..

"Mungkin saya sudah gila.."
Angin & Es teh

Sabtu, 07 November 2009

Ruang- ruang Bawah Tanah.

Sesorot mata...menatap sayu mengepul daya sesaat setelah lelah pergi menjauh. Lama, sejauh beberapa menit teriakan katak dan kodok. Menipis terkikis ruang dan liang2 lain, gempa menghempaskan udara dan hiruk pikuk menyembunyikannya dalam sela- sela busa cuci piring. Empedu PECAH! Tergumun- gumun berubah seperti dulu kupikir rasakan.

Malaikat bingung dan Tuhan tertipu..Air berhembus, tanah mengalir, angin berkobar hingga nasib api haru melongsor. Kobaran terdiam sejenak, membendung tanah- tanah liat, menyelimuti hembusan air diatas api- api diam liar merangsang.

Ranah nanah dalam keanekaragaman warna para buta, lengkingan nada suara- suara para tuli, susunan gema kata dari mulut bisu, otak kotor sigila, tinju tendang buntung seling nafsu para kasim. Meraba sebait huruf timbul, mendengarkan gesekan yang timbul seraya membawanya dikepala melalui tangan yang kugarukkan disela rumput hitam. Meringis...

Hahaha...Ekspresi itu menua beruban, kerut2 disekitar mulut, tongkat ular ditangan kanan, merunduk bungkuk, melambat tepat, segaris senyum yang tepat mengarah kearah nanah- nanah keberagaman. Nada minor dalam warna-warni ironi...Masih minor..Jangan melulu meluluh... Sudah sore..

Nafsu hati ingin menepi, maksud raga ingin mengayuh...Menyatu melayu...hingga lorong2 berujung punah, sampai rambut dan kuku berhenti tumbuh, atau setidaknya hidung dan kuping tidak lagi bersemi.

Untukmu...
"Benu Dharmo"

Selasa, 27 Oktober 2009

Tahu Tempe

Beri aku tahu..
Ketika tidak ada lagi tembok benang hitam didalam ruang
Beri tahu aku..
Jika mata air sore itu telah kering dan tak berbekas
Beri aku tahu..
Apa saja yang terjatuh dihalaman
Beri tahu aku..
Kenapa
Beri aku tahu..
Berapa atau dengan apa aku harus membayar kepada sesuatu yang tak bernilai..

Aku tidak ingin daging
Aku tidak mau tahu
Cukup beri aku tahu dan tempe
Tidak sesederhana itu
Mungkin lebih sulit

Masih berhembus..
"Badai Angin Tempe"

Minggu, 11 Oktober 2009

Lebam Dimata Sakit Ditelinga

Kepala sedang panas, kehilangan mood..Bukan marah tetapi gk knp2..Kali ini pengennya ngecek seberapa banyak...Sekedar pelampiasan dahaga dan jika memang ini dosa ya biarlah saya menjadi pengobral dosa...Hwehe..

Dimulai dengan kata ASU!!..dalam bahasa Indonesia artinya ANJING!!..Kemudian PUKI!..TEMPEK GAWOK!! MEMEK!!itil dan semacamnya...Lalu KONTOL!! PELER!! PELI!!! TUROK!! sekeluarga...JEMBUT rhiwhuk2!!BAJINGAN!! semuanya tau..SILIT!!artinya ANUS!! TAI!!GOBLOK BANGSAT!! KEPARAT!! BEJAT!! BIADAB!! LONTHE! KEPLE!! dkk..dll...

Dan kemudian beberapa preman bertubuh kekar2 menghampiri mengarahkan tinjunya ke-mata, sambil berteriak BABI kau bocah!!Bukannya sok jagoan saya melawan tapi tetap saja kalah..Ternyata milikku saat ini "tak sebanyak" yang saya bayangkan. Kupikir satu saja cukup... Tergantung sukanya yang mana...Dan kurasa..

"legaaaa....."
Angin surga

Jumat, 02 Oktober 2009

Entahlah...


Nya-nya-nya-nya...
Nya-nya-nya-nya...
Nya-nya-nya-nya...
Nya-nya-nya-nya...
Nyaaaaa....

Timur
Tenggara
Selatan
Barat Daya
Barat
Barat Laut
Utara
Timur laut


Empat mata angin, tidak jelas...maksudnya ke selatan malah ke utara...maunya ke utara pergi keselatan. Kelaut aja sana..disengat ubur2 dimakan ikan barakuda, menginjak bulu babi lalu merintih kesakitan perih.

Dua mata merem..dua lubang hidung mampet, dua lubang telinga budek, dua pantat seksi, dua belas jam dua kali sehari, dua hari, dua tahun, dua ratus enam puluh delapan kali sembilan puluh tiga hasilnya dua puluh empat ribu empat ratus lima puluh sembilan lalu ditambah tujuh puluh dua dan dikurangi dua puluh empat ribu lima ratus tiga puluh satu hasilnya nol besar...."Tidak percaya??" wong saya hitung pake kalkulator ya silahkan kalo gak percaya.."masih gak percaya!?"terserah entahlah...

"Percaya gak percaya..."
Mata angin...

Kamis, 17 September 2009

Panu Kadas Kurap

Aku tengkurap diatas kasur, menguap sembari garuk2 punggung, selangkangan, pipi dan bawah ketiak, rasanya empat tanganku kupakai semua. Adekku menyalakan TV, berita tewasnya Noordin M TOP.."Ora sido lebaran mesakne tenan"...Sebuah senjata biologis dengan virus2 doktrin, mencuci otak hingga bersih, menjemur hingga kering, menyetrika melipat, lalu menyimpan dibawah kasur. "panu kadas dan kurap". Kukira memang itu musuh2. Kaki kurapan bau, berlubang kecil2, cokelat dengan kotoran hijau masih basah hangat terbakar mati sangit gosong. Sekarang musuh yang tersisa cuma nasib dan nasib serta nasib, meski itu saja, beratnya sekitar 2 ton. Jika Emak tiap hari masak nasi 1/2 kilo berarti nasib itu cukup untuk kami makan 12 tahun. Lumayan lah 12 tahun tak kelaparan.

Muka masih tetap lusuh semalaman begadang sampai pagi, belum cuci muka atau sekedar duduk. Masih terkapar, berkedip2 dan diam. Dan bayangan itu lagi..

Dua senapan mesin kaliber besar, 8 karung telethong dan segelas racun tikus cukup untuk membunuh satu kampung. "satu kampung mengeroyok-mu?"mampuslah kau dimakan cacing!!. kaku membusuk ditemani burung hantu, wangi semboja, jangkrik!!"apa maksudmu!!??" Semakin tidak bermutu hingga aku bangun dan mengaduk-aduk segelas teh. Air teh kental berputar mencairkan gula didasar, hanya ada suara sendok dan gelas yang berdesakan serta suara TV. Tv kumatikan hingga sampai pada raut muka mimpi siang bolong.

Seperti biasa, waktu luang sama dengan waktu depresi. Berisi pikiran aneh2, ada yg jorok, visi misi kedepan, harapan cita2, masa lalu yg dari dl pengen kubuang, hal2 memalukan yg sering bikin ketawa dll dsb dst. Berngiang- ngiang dihidung selembar wangi tubuh...."Ah!!"logikaku sudah seperti penyakit saja...mengganggu pikiran untuk melogikakan semua yang justru membuat saya ingin menjadi seorang apatis untuk hal2 tertentu. Bayangan hitam itu lagi "huh.."rasanya jika air mata bisa dibeli saya pengen beli seember, jika panu kadas dan kurap ada yang jual, saya akan beli dan menaburkannya dikulit sang pembawa petaka..

Menyalakan rokok, bersandar memikirkan hal2 baru..Melintaslah suara kentut. "duut.." Baunya gk karuan, seharian blm boker..."lagi"kali ini agak panjang "duuuutttttttt.."Sisanya "dut."..."dut".."dut". Pergi ke toilet, rokok tadi belum habis, masih berpikir aneh, menuju jorok "kebanyakan mikir!!", Cebok dan kembali duduk santai....

Kupaksakan membuka pintu dengan cahaya terik maahari.."Qoarrkkkk!!!Cuih!!"tenggorokan saya sedang tidak enak, banyak lendir harus dibuang, diobati. Saya bergegas ke warung sebelah dan membeli obat panu. Berguling- guling mumpluk dan selesai.

"Kadang2 nyok2 bingung"
KipasAngin

Rabu, 02 September 2009

Ber-doa2-an

Bulan ini tepat sudah 24 tahun jantung memompa darah mengaliri daging2 tandus, oh...dikau tak ada lelahnya, mencari musuh2 menyelinap bersama rong2 mata otak bak bulanan2 seledri... Berisik ditelinga mengganggu konnsentrasi yang coba terpejam.Setengah miris, mengurungkan niat2..Kacau, berdahak sensitif..

Kala senja biru terkapar ditrotoar sebatang kara membela kebebasan,masih ada sedikit sisa2 pencemaran..Mewabah berkoar- koar dirumitnya pikiran sang pembawa maut. Apa itu dosa?tidak penting!!apa itu nikmat??sama sekali tidak penting!!Bukankah semua tahu akan makna arti dari semua hal kecil2 yang tidak penting!,hmm..semoga begitu..

Suka akan keberagaman dari sesuatu dari indera, suka bermacam perspektif dunia darinya, beragam mainstream, Hanya terkadang muak seringkali tumbuh. Terlalu idealis..?Haghaghag, memang haruslah idealis. Umpatan tak mempan, bunuh jika sanggup, mati pun tak lagi takut. Kilau berkeliaran, "ternyata hanya engkau nak??". Meramalkan kemungkinan2 yang akan hadir dari sesuatu perbuatan, seringkali nekat untuk sepele. Buruk rupa, skeptis dan terlalu lama mikir..Bayang2 imajiner menjadi kenyataan berwujud sosok2 aneh. Muara dari semua masalah, pangkal betis lengan tangan, mulut otak2 kotor. Miringkan kepala..atau putar 180 derajat dibawah selangkangan...sosok2 akan muncul dengan detail tekstur dan warna.."Tidak!!simpan saja energimu nak..."Teriak sisi kiri.."putarlah dengan halus lagi..."bisik kanan jahat. Keputusan hemat energi akan memperlancar semua yg ada ketimbang menyalakan api teplok nenek bawel. Kebakaran hutan hitam dibawah janggut itu...senandung prioritas dan dedikasi ini.

Menjadi yg terbaik...itulah doa2, larut dalam perbincangan, berbincang- bincang, bermainkan kata, bermainkan tanda, meneliti.."hasilnya akan terlalu rumit.."Terima kasih atas doa2 itu, saya selalu mendoakanmu..Dan semoga kita bisa terus ber-doa2-an."Amien". Kepada saudara saya tuan Angin Sepoy2"happy b'day, wish u all the best"..Hwehe^^v

"Beruban.."
AnginRibut.

Rabu, 19 Agustus 2009

Siapa Gerangan disana?



Lima ekor anak asu mengerumuni tulang belulang
Gendut- gendut, kebanyakan makan junk food
Seperti gadis sampul majalah
Seperti artis- artis di-TV
Seperti cerita2 sinetron
Seperti lagu- lagu para kaleng
Seperti bule2 blonde

Ada seekor kutu kupret menjelajahi silau manekin
Meraba kakinya yg seksi...mengendus- endus bau tubuh..
Menggesek2.
Cacing kremi dan undur- undur muncul dari persembunyian..
Maharani dan keong2 sawah mengendap2 di pematang...
"Ada apa disana??"
Ternyata aku melihat hantu..
"Siapa itu?"
Hanya seekor kucing kebon.
"oh.."

Lagu lama..
Bapak mencari lagu andalan diradio..
Disela gelombang, berisik itu membuat ngantuk..
"Hati"qqrrrrrkkkk...
"cinta..." qrrrkkkkkk..
"putus asa"qrrrkkkkk...
"Sedih"qrrrkkkk..
"tidak bersemangat"qrrkkkkk
"tidak produktif"qrrkkkkkk
"TAI"qrrrkkkkk

Dan berhenti pada lagu keroncong..
du..dut..dut...
Aku tertidur...

------------------------------------

"Siapa disana!!??"
tor!!3x...
"Saya Nurdin M Top!!"
Dengan horn yang mencorong kearah kamar mandi saya bertanya...
"Ouw kamu toh...Apa kabar??"
"Lagi sakit perut neh..."

------------------------------------

Tanah,
Lautan....
Seperti para pahlawan
Seperti seniman
Seperti musisi
Seperti presiden
Seperti tokoh2 perubahan
Seperti apalah....

Mungkin tidak ada sungai di-neraka
Tidak ada kambing dan sapi ternak
Ice cream
Monyet
Ayam bakar
Ikan asin
Kunyuk
Teh manis
Kopi
Suara jangkrik
Tapi aku yakin...besok ada diriku dan dirimu disana.
"Sampai jumpa.."


"Seperti saya.."
AnginRibut^^

Jumat, 10 Juli 2009

Jagad kutu rambut..




Mmmm...Hari ini..Sampai pada 100% tali temali simpul menyimpul. Diujung rambut kutu meniup terompet genderang perang. Telur- telur yang hampir menetas bertaburan karena perlawanan, tak urung banjir pun melanda ekosistem para kutu. Dalam habitat kutu- kutu, kepalaku menguap dan segenap amarah menguasai diriku yang sedang duduk termenung di lobi sebuah hotel bintang lima. Dan batin berteriak "Si guguk lama bet!!".

Kami dipertemukan oleh persamaan nasib, dibangun rasa keingin tahuan yang besar dan ditindih oleh prinsip ekonomi yang mendasari kepentingan pribadi setiap hidup. Berduyung- duyung seakan bersatu akan lebih baik, padahal hasilnya tetap aja setengah. Kusadari jarang sekali atau bahkan tidak ada orang yang benar- benar tulus termasuk diriku. Semua punya maksud dibelakang dan semua orang memiliki egoisme dengan intensitas yang beragam tergantung seberapa keren diri.

Kupandang khatulistiwa biru seutuhnya, merasa kerdil membopong dosa- dosa..Ternyata masih takut akan mati konyol, masih rindu dengan konyol serta apalah.."Kiamat sudah dekat" Mari berlomba bersiap diri masuk neraka, merantau berjalan ditepian pantai mencari undur- undur. Membakar ikan, gosong, lapar, kuat, keledai, tersandung, jatuh menggelinding.

Minggu ini...Tak biasanya menjadi membeku, tak seharusnya beku dan tak semestinya aku berada dalam situasi ramai seperti ini. "Seperti apa?" kau pikirlah sendiri.. Dan sampailah aku dalam suasana pasar malam, bercahayakan 4 lampu neon dengan atmosphere lansekap rumah- rumah sederhana serta beberapa gelap. Terlihat disana aku bermain kartu dan sisanya bermain bersama ikan lele besar- besar. Memendam dendam tak bermutu yang tercipta dari mulut- mulut keras, berhadiahkan berkarung tawa gurau cacian.

Ada seekor kerbau sedang makan nasi, para pemabuk, pelawak, pembual dan beberapa orang yang tidak aku kenal. Sebutlah mereka... Terlahir dari hobi, tercipta karena keakraban berwujudkan komunitas suka- suka. Pak guru dan bu guru pacaran, si engkong menyeringai, seorang tak waras mendengarkan radio bersama sarung kotak- kotak dan gigi ompongnya tersisa satu ujung kuning tak pernah mandi. "Malam ini" beliau mendengarkan wayang dengan dalang siapa dan bercerita dengan bahasa jawa "apa" aku tak bisa menikmati, tak mengerti, ora mudeng.Serasa seperti montase dari beragam pribadi membentuk hati, seperti serigala bermasking domba semua bersatu dalam akuarium bulat. Seperti konglomerat tak berkaitan sama sekali..Lalu aku memasuki sanitarium dan "sembuh"..

Bulan ini sebagian besar lagu mainstream yang terdengar semakin tidak bermutu, "lagu cinta" lagu cinta melulu, beraransemenkan tempolong dan kaleng bir. Lirik- lirik lugas kunci- kunci dasar dan penampilan menjual asal keren njijiki. "muak pengen boker" hingga superstar saja terbawa arus dan balita bernyanyi tak punya pilihan lain. Jika ada yang bertanya "Dimana bintang kecil, balonku dan pesawat tempur?" ditelan kangen. Kupetik buah dawai lalu bernyanyi salah satunya. Kupeluk bodinya yang semok kuraba- raba lalu berteriak "Tapir!!". Kunyanyikan lagu lain dan terusak oleh gerakan pembunuhan kreativitas dan vandalisme tingkat rumah tangga.

Tahun ini.. Politik berevolusi semakin licik terselubung bersama rekayasa resep jitu.. Memonopoli dengan alam kebijakan2 struktural sistematis. Tapi biarlah...ya biarkan saja, "trus meh ngopo?" saya tidak mencontreng beliau.."siapa?"ndak tau.."lalu?" biarlah berlalu..Golok- golok sakti yang dibawa pendekar2 sakti berwatak jahat tidak pernah patah tapi pasti suatu saat akan patah. Pesawat tempur yang tak pernah berhenti menggempur tak pernah tertembak namun suatu saat akan jatuh sendiri. Tank baja,kokoh kekar anti pelor suatu saat akan meleleh oleh panasnya kobaran aurora tubuh, atau akan mencair bersama peluru biru ciptaan angin ribut. Ha-ha-ha, aku berguman sendiri di gorong- gorong "kapan aku mati?" dan tentu saja bukan hak-ku untuk sekedar tahu. "Bukan!", kaum marginal takkan pernah ada jika tidak ada orang yang memarginalkan, kaum marginal hanya realisasi dari kutu- kutu busuk dan bayangan imajiner dari kita yang menganggap mereka ada. Panca dasar janji masih janji belaka, bualan- bualan-ku semakin tidak bermutu seperti kapten kehilangan kendali dari kapal selam butut berkarat.

Gurau tak pernah lelah dan persepsi tergantung dalamnya isi kepala, semakin dalam semakin rumit. Condora tak pernah kelihatan batang pensilnya.. "ternyata aku rindu", sapa, tawa, keluh peluh dipasir terpendam oleh nafsu. Kupikir bukan nafsu tapi dedikasi, kurasa bukan ego namun hati dengan sedikit egosentris prinsip itu- itu lagi. "Aku kalah..."Tidak, aku seperti selalu kalah...

Kutu- kutu mati membusuk dimakan cacing..
"AnginRibut"

Sabtu, 04 Juli 2009

BLUE

Angin dihamparan biru daun teh dan udara dalam nafas bunga- bunga tidur. Hembusannya dikulit, membelai rambut- rambut hitam. Tak kasat mata memenuhi ruang- ruang mimpi bisu. Ironiskah??selalu memeluk, berada disekitar, menatapmu seperti dirimu menatap udara dingin dan hampa dalam suasana kalut biru.

Benar, semua ini biru. Seperti layang- layang ditangan anak itu, seperti kapal ditengah badai, seperti gema diujung labirin, seperti pesan dalam botol, seperti bola dikaki para pemain, seperti sarung tinju, seperti ayam aduan, seperti debu diantara angin.

Jika menurutmu hidup adalah permainan aku sedang dipermainkan, jika hidup adalah pertarungan aku dalam keadaan underdog habiss!!. Seperti biasa aku suka tertawa meski sedang dalam kondisi genting dengan nyawa terancam sekali pun. Bukan tawa meremehkan namun menertawakan diri sendiri, mungkin. Dan hari ini adalah hari yang tak akan terlupakan seumur hidup, hari dimana kurasa konyolnya diriku terpontang- panting oleh kekonyolan dari sesuatu yang konyol. Bukan apa tapi hanya sedikit cerita dan pesan bagi musang di lereng gunung.

"Hahaha, biru mempermainkanku...SIAL!!" teriakku dengan emosi ingin menggamparnya. Dengan sedikit geram aku paksakan diri untuk menyatroninya hingga akhirnya seperti maling juga. Dan benarlah, seperti koruptor kelas teri.. "Aku sedang sedih goblok!!"weekekek. Hanya karena kecewa dengan buruknya penilaianku akan sebuah pribadi, terlalu positif hingga aku lupa dengan skeptisnya diriku jika dalam kondisi buruk rupa. Seperti karya- karyaku perspektifku sering meleset, tapi mungkin tidak salah garis besarnya adalah innocent, karena tak sedikitpun rasa tega terlintas dipikiran setelah kutatap mata. Geraknya yang kurindukan dan bau tubuh itu yang aku suka. "Tapi apa itu?sepetinya itu??" tak pernah yakin, masih penasaran tanpa nafsu untuk mencari detil jarum dalam tumpukan tai.

Jangkrik bernyanyi ditepi sungai dalam panasnya neraka. Sebuah luka dari gergaji para penebang hutan coba kusembuhkan, tukang kayu membantu menyembuhkan. Sayang sekali, ditempat yang sama biru melukai. Tanpa ekspresi dan tinggi rendah nada, kata bagiku adalah ambigu. Mungkin terlalu sensitif, tapi aku haruslah peka. Jika merasa bersalah tak perlu meminta maaf tapi lakukanlah sesuatu. "Rasakan rasa dibalik tawa yang merupakan topeng diri". "So??", saat ini aku dalam kondisi ingin menghapus warna primer dalam karya- karya tak bermutu.

Biru yang akan kutuangkan dalam karya monochrom ini, semoga hasilnya tidak mengecewakan. Hingga aliran darah tetap merah, hingga kurasakan wangi nafas mimpi- mimpi. Karena harum bunga sedap malam merasuk melalui hidung yang tersumbat serta bisikan- bisikan malaikat merayap dikuping yang berdengung diudara pagi yang tak pernah bisa aku tatap. Mungkin akan berakhir fiktif tapi masihlah berharap berasal dari realitas yang mencengangkan. "Ha-ha-ha" Aku belumlah apa atau siapa, realitas hidup dalam pikiranku terlalu nisbi, kekacauan dalam otak belum bisa diredam oleh apa atau siapa, keributan dalam jiwa dan perasaan semakin ramai dan akulah anak itu, akulah badai, akulah labirin, akulah sang pembawa pesan, akulah pemain, akulah petinju, akulah penjudi, akulah angin. Dan benar sekali, semua ini biru.

Panggil aku anjing!
wekekek..
AnginRibut

Jumat, 29 Mei 2009

Bangunlah Putra Putri Pertiwi



Iwan Fals ( Album Sarjana Muda 1981)

Sinar matamu tajam namun ragu
Kokoh sayapmu semua tahu
Tegap tubuhmu tak kan tergoyahkan
Kuat jarimu kala mencengkeram

Bermacam suku yang berbeda
Bersatu dalam cengkerammu

Angin genit mengelus merah putihku
Yang berkibar sedikit malu malu
Merah membara tertanam wibawa
Putihmu suci penuh karisma

Pulau pulau yang berbencar
Bersatu dalam kibarmu

Terbanglah garudaku
Singkirkan kutu kutu di sayapmu
Berkibarlah benderaku
Singkirkan benalu di tiangmu
Hei jangan ragu dan jangan malu
Tunjukkan pada dunia
Bahwa sebenarnya kita mampu

Mentari pagi sudah membumbung tinggi
Bangunlah putra putri ibu pertiwi
Mari mandi dan gosok gigi
Setelah itu kita berjanji

Tadi pagi esok hari atau lusa nanti

Garuda bukan burung perkutut
Sang saka bukan sandang pembalut
Dan coba kau dengarkan pancasila itu
Bukanlah rumus kode buntut
Yang hanya berisi harapan
Yang hanya berisi khayalan

Sabtu, 16 Mei 2009

Senyum Setengah Seringai




Sejengkal perjalanan semut angkrang..

Denyut hidung membaur hawa nafsu renungan nurani. Dentuman jantung bergema diruangan jari- jari lentik, menggetarkan ruang- ruang lain untuk kembali menepi. Dalam sebuah permainan yang memahaminya pun tidak ada anak- anak mami itu bisa. Berair, berbulu, berontak, berakal, saling membodohi dan bermimpilah saja untuk mengayuhku. Beberapa jam kemudian, Ramto mengayuh sepedanya menuju Toko Boneka di Jln. Senyum no.44, tepat didepan bioskop yang dulu pernah terbakar. Dibeli sebatang boneka monster tak kasat mata. Menyelinap diantara reruntuhan kebodohan bermasa depan cemerlang. "Hey..nak? apa kamu tak bosan hidup seperti ini?" Pak Heru menyapa Ramto yang membayar 3500/jam untuk boneka itu. Dengan nada bercanda"Maksud bapak apa?saya bersyukur sudah bisa makan tiap hari dan saya itu pekerja keras". "Hehe...gak ada maksud nak, cuman nanya doang kok...^^"sahut Pak Heru. Setelah jual beli berakhir, Ramto bergegas menuju ruang dimana sebuah pesan harus terkirim.

Dalam perjalanan, sempat ia menyapa teman lama. Keasikan ngobrol hingga lupa waktu sempit yang disediakan hampir habis. Apa saja yang mereka bicarakan dalam pertemuan itu hanya masa lalu. Saling bertukar rindu antara jauh dan sisa- sisa cengkerama yang masih melekat dipikiran masing- masing. "Kau ingat Pak Jiman guru Bahasa Indonesia SMP kita dulu?kabarnya beliau telah meninggal bulan lalu.." seru Bino mengabarkan kabar itu kepada Ramto di pinggiran sawah. " Oh ya!??duh..tak sempat kita minta maaf..sedih jika ingat masa lalu itu..T-T" ucap Ramto bersama suara- suara kodok. "Iya To, seandainya kita dulu lebih dewasa..".

Diantara kunang- kunang yang mulai bermunculan obrolan mereka berakhir dengan saling peluk bersalaman cipika- cipiki muah muahhh...Usluk- usluk, ceplok- ceplok ceprot.^^

Ada dua sayap hitam disisi sedel sepeda jengki Ramto, terbang mengayuh diatas mobil- mobil mewah yang menggerung- gerung sombong. Melewatkan begitu saja traffic light perempatan yang berpenjaga perut buncit kumis tebal bertopi coklat, "prriiiiiittttttttt.......!!", gubris-pun tak perlu dan terjadi pengejaran. Karena begitu lincah lihai cepat dan akurat, dua helikopter terpaksa ikut andil dalam pengejaran. Namun tak tertangkap sedikit pesan- pesan yang coba Ramto sampaikan kepada para pelaku kejahatan itu. Dirubuhkan sepedanya kemudian berlari sambil bersujud, tetap saja tak sampai pada posisi yang tepat dalam lingkaran kotak surat otak. Nenek sihir bersama sapu terbang 4-tak, 6 silinder, 2500cc menyalip Ramto yang sedang mengendap- endap bersama cerca makian anak- anak terlantar. Satu diantara mereka mendekat dan diambil beberapa lembar uang kembalian untuk anak itu. Suara kendaraan yang lalu lalang bersatu dengan nada musik penjual puthu dan roti, menambah kesunyian suasana semakin mendekap erat. "Haghaghag..."tawa itu melintas.

Awal yang indah, begitu riang biasa saja dan sedikit bumbu- bumbu gila, ketika bertemu dompet kosong di gang berwarna nila, menggerayangi menjelajahi, mengisinya dengan lembaran- lembaran cek kosong, uang receh dan kartu nama seseorang yang terkenal. Berlanjut dengan cerita pendek dua robot goblok melambai bersama niat baik seorang anak sederhana. Robot goblok biru berselisih dengan kawan robot goblok merah. Tak ada kesepahaman dan bertabrakan setiap kosakata besi, mengeluarkan percikan api serta asap- asap CO2. Terlalu banyak CO2, hingga pemanasan global kebakaran jenggot tak bisa terpadamkan oleh selusin mobil pemadam kebakaran milik Pemda setempat.

Karena kelelahan, Ramto memutuskan untuk mampir di warung makan lesehan nasi goreng sapi. Dikunyahlah dan ditelan nasi daging bersama telur dadar, tersedak setelah dia melihat teman SMA telah menggendong balita sekitar usia satu tahunan. "whuuhuk- uhuk!!kamu Lusi kan?!haduh..duh duh..kapan nikahnya oi? tak ada kabar kau!?" kaget agak pangling setelah anggukan Lusi berakhir. "Hehe..biasa To anak muda jaman sekarang, sekarang mah lagi trend To..". Selanjutnya bla- bla-bla-blo-bli-bla...kemruwek sampai keluar busa disudut mulut.

Temaram lesehan malam semakin hidup bersama obrolan mereka yang semakin panas karena mendung tebal. Tak ada suami disamping Lusi, katanya dia minggat setelah tahu Lusi sedang hamil, dan dia bersikukuh untuk melahirkan anak itu. Mantan calon suaminya dia temukan di diskotik, kejadian setelah beberapa bulan berada dilantai dansa yang sama menjadikan Lusi terbuai oleh surga- surga yang ada. "Sepertinya mau hujan, aku harus pergi mengantar pesan mendesak.."beberapa detik kemudian Ramto kembali lepas landas...

Ramto berjalan pelan membawa tameng baja. Akan tetapi tinju sang pelipur lara diterima mentah- mentah, bercaci maki kompleks tiada ujung. Saling meludahi muka, dan sempat ada sedikit celah namun tak berani Ramto ambil resiko. Menurunkan nilai- nilai yang dimiliki, menerjang setiap emosi membara untuk meredakan amarah seekor semut angkrang berparas unta. Bersahutan ikan- ikan memakan umpan yang ditebar dalam kolam- kolam cerca. Semua kata defensif, tak ada yang obyektif hingga tak ada pula titik temu, benang merah antara salah paham dan masalah selesai dengan putusnya tali setelah terlihat seorang teriris- iris lembut ingin menggantung diri dipohon jambu biji salak. "Harus..semua masalah harus selesai, entah apapun penyelesaiannya namun jalan terbaiknya adalah adil dan damai..."dan kata- kata itu selalu terucap dalam pikiran Ramto sepanjang kesalahan itu ia sadari. Mengetahui serta memastikan apa penyebab dan meyakinkan bahwa memang begitu.

"Woy..anjink!!sini- sini kukasih tulang bayi.."setangkai jari tengah tumbuh subur saat dia tahu apa dan kenapa. "Tai kau babi!!ini kutambahin keju dan daging.." tambah lagi jari tengah kedua kakinya. "apa!!kau minta juga tai-ku??!!" spontan tak dapat berdiri.."huh..harus kepada siapa aku mengeluh.."

Perjalanan berlanjut dan Prediksi tak meleset. Dalam hati yang bingung dia berucap "Kau mengerti aku hanya ingin bercanda..namun kau menanggapinya serius. Ketika aku serius dangan bercanda, kau tetap tak tahu jikalau aku sedang bersedih" tanpa nada dan ekspresi wajah, geram kalap muntap tanpa emosi. Selalu mengerti sesuatu yang dimata misterius, ditelinga bisikan, dihidung bau garam, diraba begitu halus mencekam suasana hening suka duka hidup berdampingan. Tuan ambigu menyapa, berwajah rata tanpa indera dan muka. Lalu beliau menuju toilet untuk buang air kecil."krucuk...krucukk.." suara air yang bertabrakan terdengar lirih dari kamar Ramto yang selalu sadar bahwa sesuatu yang berhubungan dengan indera dan akal pikiran dapat menggerakkan manusia untuk merasakan dan atau melakukan sesuatu.

"Yah..apalah, terserah...asal tak ada orang dekatku yang ikut menanggung utangku. Asal kau puas dan akupun sudah PUAS!!^^" Kembali kerumah, meneruskan dayung- dayung kapal yang sempat terhenti. Berpikir keras hingga kurus kering kerontang meradang entah sampai kapan. Cabut akar- akar jamur kulit itu atau lupakan saja..Jika saat itu aku harus berkata kotor, kata yang sempat terlintas adalah burung kecil bersuara nada kecil tinggi sekali. ********** E..hwehehe..

Triink!!..Tralala...Putih pucat menyinari sebulat bola yang menyoroti gelap kalapnya. Terlewatkan begitu saja, bukan tak menyadari itu dari dulu tapi ragu. Agar tercapai pertemuan namun kembali sudah dituankan belum bisa mengerti. Sepertinya butuh seabad lebih umur nyawa millenium ini. Gusi lebar bingkai seringai tuan penjahat kelas keledai. Duhai merasa bodohnya setelah mata hati, mata kaki, mata pencarian, mata hari, mata tangan, mata sapi dan mata- mata itu menemukan dirinya meremehkan dan meragukan senyuman setengah seringai. Sebuah persepsi psikologi jiwa raga yang sesungguhnya dirasa tak begitu terasa. Pernahlah detail gambaran tercipta sebelum sesat itu menimpa. Huh...Ramto tak menyesal tapi dia akan tertawa ngakak- ngakak menertawai dirinya sepanjang sisa hidup. Jika memang begitulah dia??

Cahaya- cahaya mata menawarkan gelap terang dari karya seni tingkat tinggi, bulu lentik bergoyang- goyang tertiup angin ribut. Entah tersesat dimana nurani?. Tak ada yang ditengah- tengah, menjadikannya lebih rumit. Bukan cacing ataupun umpan lain belum ditebar, tapi tidak ada yang berani dan atau sekedar mencernanya dengan perut kenyang. Mungkin terlalu kelaparan akan cahaya- cahaya hidup sesat, akan tanduk terang gemerlap lampu disko malam Minggu. Ramto kembali mengayuh sepeda menuju taman bermain, dengan perasaan kecewa dan sedikit hampa sia menyandarkan kepala kepada seseorang yang telah lama menunggunya. Untuk terakhir kali dia berucap maaf akan kelancangan yang dia lakukan dan tak ada buah yang jatuh dari segala sesuatu yang dilakukan hanya untuk kata itu. Sambil memeluk perut lapar dia berbisik "aku sudah melakukannya semampuku dan aku sadar akan merindukanmu...terima kasih atas segalanya dan sedikit waktumu telah membaca sepenggal cerita perjalanan semut angkrang ini. Sekali lagi terima kasih. Salam damai Indonesia..."^^ itu saja...

Mentari menyambut riuh tawa lepas, senja keemasan memeluk kuntum tidur peri- peri kecil. Jambu mete, ciplukan, talok dan murbei telah tersedia dimeja makan. Hidup menyusuri lumpur- lumpur hidup, berjalan tenang santai senang seraya menjunjung tinggi jiwa disisi- sisi kita. Ketika kita merencanakan sesuatu, hidup sedang berjalan merencanakan jebakan- jebakannya dan menggoreskan pelajarann kepada buku- buku yang kita baca.. "Sampai jumpa"

"Duduk Manis Bersama Semut Angkrang"
AnginRibut

Minggu, 10 Mei 2009

Mboten Ngertos



"Hmmm..Saya mengerti tuan salah paham"..Menunggu hujan datang, Mas guntur dan petir sudah datang..."Mana hujan buat tanamanku" keluh seribu mulut mencampakkan suasana saat- saat tumbuh pohon kelabu. Kenyataanya feminisme memang lebih disuka dan diharga ketimbang maskulinisme. Memang sudah kodrat pria dikaruniai otak mesum dan wanita otak crewetnya dan saya jadi merasa ndak punya otak..Hahaha..

Benang sari jatuh kekepala putik, berduyung- duyung mbentoyong naik turun "uh-ah-uh-ah", mengerang keenakan kesakitan ditumbuk garan pacul. Pembuahan yang didukung pembakaran oleh cahaya matahari pagi siang dan sore sukses terjadi dan berbunga, methuthuk, rhiwhuk- rhiwhuk buah dihasilkan,"wekekekek...punyamu bentuknya ngono kuwi ketokke..??" saya bertanya diantara beragamnya "Opo to but?", "Kae lho, pelem ngarep omahmu rhiwhuk- rhiwuk tow..?" saya mencoba menggenahkan. "woo..hooh, meh jalok ra..?". "enak po tho?". "enak tapi rada kecing dab.." "wekekek...yow kapan- kapan we.." Sari - sari dan vitamin diserap dikulum tersedot- sedot dan keluar zat hijau daun klorofil meleleh kearah muka nikmat..Berprotein tinggi dengan baunya yang khas dan harum tak seperti bau buah mangga depan rumahmu yang kecing tapi enak...hahaha^^Belum ada waktu untuk buah- buah segar itu nona..."halah"^^ "saya terlalu senang bersenang- senang sendirian menikmati depresi waktu luang". Jadi jangan kau anggap remeh masalah itu. "No no no no no.. kau tak mengerti juga?" Maniak!!?? ckckck, ok!!terserah dirimu mendefinisikan..^^

Realitas hidup saling berdampingan dengannya, menjadikan semua nisbi dan absurd. Bagaikan stand produk ternama dan produk baru saling bersaing bersama beberapa khalayak yang sudah lama menggunakan produk terkenal dari brand ternama masyarakat surga dunia itu. Benar- benar konyol... Kurasa hanya ulekkan bawang merah dan cabai rawit sesuatu yang dapat membuatku meneteskan air mata, hanya sepertinya, hahaha... Seonggok daging yang terguncang keras oleh ekstensi dari sesuatu yang rumit menjadi lebih rumit, gulungan benang itu semakin ruwet. Dibuat mudah tak bisa, ditata rapi tetap susah. Khayalan akan sederhananya masalah, menjadi luntur karena benang- benang panjang sebelah tak mudeng, bersatu bercampur tangan. Segelundung bolah ruwet membesar dan saya jadi semakin malas membenahi.

"Labil" satu kata yang terpikir, saya masih labil. Dikit- dikit marah, salah paham, sensitif, dikit- dikit nampol, menye- menye ke orang, meludah...cuihh!!^^ ditambahin lagi biar labih dramatis "Qoarrrkkk...Cuihhh!!"hahaha... jika airnya sampai kemuka orang apa yang terjadi?. Bak!buk!!bak!!buK!! Plakk!! Singsing baju membawa sapu, berkejaran ditepian jalan, berlarian saling menyalip. Menjadi pengecut seumur hidup?berubah demi seseorang yang tak kau kenal seperti apa adanya?wekekek...Tawa itu melintas lagi. Terkena gusi berdarah, sariawan, bibir bengkak. Berpenyakit persepsi psikologi yang terlewatkan dari jeli, muntah- muntah, terkecoh dan merasa goblok tak punya otak lagi.

Apakah seorang psikopat bisa sembuh?kita tanyakan pada gallileo..."waa..aku rati e but, takon emak wae kono". Apa hubungannya dengan gayung?opo hubungane karo ciduk?. Tidak ada, saya kemarin kemlekeren makan mie goreng gara- gara gara, dikarenakan oleh karena. Jawabannya mbuh luweh preekkk!!??. Karena bingkai dari karya itu begitu indah, saking indahnya sehingga bermuatan salah paham dan menipu. Tapi saya tahu karya itu begitu berbakat, hanya saja ditikungan, pengantar pesan salah berbelok. Jadi semua kurasa untuk mengetahui apa yang aku inginkan, mengerti untuk apa aku hidup, memahami seluk beluk liuk. Jika suatu ketika merasa diatas angin, jawabannya aku berusaha rendah hati, baik hati dan tidak sombong...^^Sudah kulakukan sepenuh kemampuanku, sebatas kapasitasku, sepantasnya saja dan selesai sudah..Plooongggg!!Nyonya separatis sudah kulawan dan tuan salah paham telah kusimpulkan "malas" untuk membenahi menyiraminya dengan kata- kata tak penting saya. hwehe..^^

Hari berikutnya, asap bebakaran menyan mengalir mengarah ketempat tidur nenekku terakhir yang perkasa, mendung datang dan langit tak bisa menahan tangis, "rupanya gerimis". Dalam gulungan suci, kurungan dan perasaan rindunya denganku yang belum sempat terobati, beliau berjalan memasuki ruang- ruang lain. Sempit namun bebas dari segala hiruk pikuk riang dan absurdnya hidup dalam masyarakat yang sublim majemuk gemuk- gemuk. Roda- roda itu cepat sekali berputar, dengan semangat untuk terakhir kalinya aku ingin melihatnya...tapi tak berhasil. Teringat akan rindu dan tawanya yang sederhana, saya jadi sedih. "Selamat jalan.."


"Tidak ada penyesalan yang penting"
13-Mei 10.PM
"Angin Sepoy- sepoy"

Selasa, 05 Mei 2009



Estranged "Guns N' Roses"

When you're talkin to yourself
And nobody's home
You can fool yourself
You came in this world alone
(Alone)

So nobody ever told you baby
How it was gonna be
So what'll happen to you baby
Guess we'll have to wait and see
ONE, TWO

Old at heart but I'm only 28
And I'm much too young
To let love break my heart
Young at heart but it's getting much too late
To find ourselves so far apart

I don't know how you're s'posed
To find me lately
An what more could tou ask from me
How could you say that I never needed you
When you took everything
Said you took everything from me

Young at heart an it gets so hard to wait
When no one I know can seem to help me now
Old at heart but I musn't hesitate
If I'm to find my own way out

Still talkin' to myself
and nobody's home
(Alone)

So nobody ever told us baby
How it was gonna be
So what'll happen to us baby
Guess we'll have to wait and see

When I find out all the reasons
Maybe I'll find another way
Find another day
With all the changing seasons of my life
Maybe I'll get it right next time
An now that you've been broken down
Got your head out of the clouds
You're back down on the ground
And you don't talk so loud
An you don't walk so proud
Any more, and what for

Well I jumped into the river
Too many times to make it home
I'm out here on my own, an drifting all alone
If it doesn't show give it time
To read between the lines
'Cause I see the storm getting closer
And the waves they get so high
Seems everything We've ever known's here
Why must it drift away and die

I'll never find anyone to replace you
Guess I'll have to make it thru, this time- Oh this time
Without you

I knew the storm was getting closer
And all my friends said I was high
But everything we've ever known's here
I never wanted it to die

Sabtu, 18 April 2009

Tanpa Judul



Sebelum saya tertawa dulu.. "Uikuik.." :-"

Bukan sebuah labirin namun selembar kertas tak bertepi, kicau- kicau sang bidu menjadikan suasana terik itu semakin membeku semburat ungu violet, cyan, magenta, yellow, key!!. Dalam cetakan- cetakan roti bulat- bulat silang indah jawaban dari kancing baju setelan sang raja. Menebak- nebak apa yang terjadi dan betul sekali. Anda benar, tidaks salahs, yups, memang begitu adanya, iya dan sama sekali memang kenyataan itu benar- benar nyata.

Kurasakan ada yang melayang diatas kepala, berbisik disamping kuping membuntuti memata- matai tai tai tai. "Sudah kubilang padamu bahwa Luna itu cantik?" bisikku pada Budi sang pembawa petaka, begitulah aku menjulukinya. Budi berguman dan tak kupeduli. "Sudahlah coy..biarkan saja...tak usah kau beri makan kucing sakit itu". Gundah bukan main- main permainan balap kuda liar Sumbawa, didalam labirin berupa lembaran kosong angan- angan kotor, bisiknya terikat oleh sehelai tali rafia berwarna merah. Suara anjing menggonggong.."Guk!!guk!guk!.." kulepaskan sepatu dan kutimpuklah itu anjing..."Kaing!!kaing!kaing!..."tapi anjing itu tetap mematung tak bergegas kemana gitu kek?. "Ouww..ternyata anjing tu keracunan.." gumanku... Dan kusaksikan dengan mata batinku sendiri anjing itu mati. Kuusap keringat bercucur diselangkangan dan kembali kuberhembus.

Ternyata kompas ditangan tak lagi berfungsi secara normal, ku tersesat dilembaran kertas kosong dan belum juga kutemukan tepi tanpa polisi tidur. Kerikil tajam dan bebatuan saling menyalip dijalan. Penuh sesak, ada juga bogkahan kayu serta lubang segitiga yang berhamburan. "Koala!!" aku mengumpat sang nasib. "Babi!!" aku marah pada kucingku yang kekenyangan. "Rambut!!" aku bosan potong rambut...Oh...no no no no no...yes yes yes....no no no...yes yes yes... monCruooottt...!!seember darah bercecer dilantai hunian kelas mengkudu rasa durian. Mendesahlah sepuasmu sayang, berteriaklah, pegang erat bantalan itu, gigit lenganku, hantamkan seluruh nikmat itu kelangit- langit. Dengan sekuat tenaga hempaskan roket- roket itu kearah musuh- musuh yang bersembunyi dibalik sehelai kertas berwarna itu. " Ada RPG datang kearah kita!!" teriak Budi. "Pukul dengan tongkat atau kau tangkap saja Bud.." Sial tak berujung dirimu dibuat maut. Lebih baik kau elus RPG yang datang itu, sehingga beliau cuma akan membesar saja bukannya meledak dimukamu.

Hari yang sempurna itu kulantunkan bersama lagu di bawah jembatan, berkisi- kisi bersama ihwal yang merenungkan julukan untuk sang raja. Tungku- tungku merah menyala diantara dinginnya waktu yang mengikis jempol kakiku cantengan lagi. Luna mengeong "miauuw..miauuww.." kulepaskan sepatuku dan kuambil sepiring nasi aking di dapur. "Makan yang banyak ya puss..jangan dihabisin tapi...sisanya buat calon presiden kita.." kuelus- elus tenggorokan mungil si-pus. Bulu- bulunya terasa lebat dijantung, matanya menyala dalam kegelapan siang di seberang jembatan lagu yang kulantun.

Pelajaran setelah kulawan rasa takut, nilai- nilai setelah kusisihkan sedikit teh manis hangat, seluruhnya kumasukkan kedalam kantong belakang celanaku yang terkadang ada angin sepoy- sepoy menghembusnya. "BOOM!!..Jlenk!..jlenk..!jlenk..!!" meledak diantara sunyi obrolan yang tiada habis. Hurufpun berbaris manis, berderet indah rata akan singsing lengan bajumu sobatku Budi. "Omong opo kowe coy..?!" :-". Bersiul- siul, siulan lagu nasional. "Nulise suara singsot lagu piye yo??" tanyaku padamu.

Sepertinya lorong- lorong yang kulewati semua buntu. Sungai yang kusebrangi semuanya tidak ada airnya. Lautan sudah kering untuk diselami dan langit penuh besi bercrongot tak beraturan. Terlalu banyak paku rasa sakit dalam kudapan yang disajikan emak. Luna terkapar kemlekeren habis kaliren dan ternyata nasi aking yang kusajikan ludes tak tersisa. "Kok nasi dihabisin pus..?!nanti calon presiden kita mau makan apa..?" tanyaku pada si-pus. "Miauuww.."Luna menjawab dengan meringis, cekikikan kegirangan kekenyangan bersama sebatang tusuk gigi terselip digigi taring. "Lha kowe nulis opo je..?" bertanya sang pembawa petaka padaku. "Lha yo embuh..wekekek..lha aku we ra mudeng..soyo meneh kowe Bud!!wekekek..".

"Gembira karena gundah"
~AnginRibut~

Sabtu, 11 April 2009

Ya Sudahlah...




Cerita hina dari sudut kumuh kota :

Jumpa matahari terlihat berbinar menghantamkan hangat sinar dijiwa Dito yang terpuruk terkontaminasi vaksin busuk. Asap kelabu berhembus nafas naga bau lapen oplosan disebrang jalan sepetak lokalisasi intimnya kawat berduri. Api diraga panas dan wajah tak bisa munafik beban mental penyesalan pasca pernikahan temannya dengan maut. Beni sebatang lidi, patah mengenaskan membekas busa dan bercak darah yang melekat dikain selimut, kepompong rumah siput tempat mesum. Biasa seribu kata tak terlontar. Tatapan angkuh tak berhenti mengalirkan nanah kuning berbau nikmat. Ronta sitegap merinding meratapi sisa- sisa racun serangga yang membunuh walang sangit, tawa salah seekornya bersama beberapa liter maut.

Mereka..., Dodi, Ruli, Dito dan Beni seikat sapu lidi intim selayaknya bulan madu suami istri dengan jurus- jurus kunyuk melempar buah Wiro Sableng murid saya. Jumpa dimasa belasan tahun, yang diikat oleh segendul anggur rasa strowberry, sebatang tembakau dan beberapa linting daun telo jendral bajakan. Terlampau biasa bergandengan tangan berpelukan berputar- putar tengelam dalam atmosphere indahnya pelangi dari kristalan ikatan sapu lidi. Sangat intim dalam romantisme dan membuat iri anjing- anjig yang sedang bercinta dipinggir jalan tanpa dirasanya malupun sekotak.

Mewah bukan hewan sama seperti diri, tak ada sebelah mata cacat, sederajat tak penting. Tai- tai merekah menjadi hamparan tai, lempengannya berbekas manis disosok manusia- manusia picik. Goblok bukan goblok tapi goblok itu biarlah goblok jika tak bisa tumbuh. Indah biarlah indah, tapi belajar dari indah yang menipu. Lupa akan "Senyum Setengah Seringai"<<( besok jadi judul^^ ) yang terlewat dari jeli, terkoyak keras kepala emosi dibawah kendali diri sendiri. Menghinakan diri demi jati busuk tak terobati, meronta- ronta takkan pernah. Menyimpan tai -tai dilemari idiot, menutupi wanginya, menelusuri dan memahami bentuknya lalu mengukirnya menjdi patung- patung khayalan serupa mesin mesum. "Sabar itu tak ada batas" emosi dan nafsulah yang membatasi. Itu mereka kawan....

Layaknya sebuah komik, kasat mata kostum cita- cita kemanapun angin membawa. Dalam gugusan bintang tak ter-peta-kan oleh siapa. Tak dipandang apalah arti, dirasa itu haruslah tercapai segalanya. Tidak setengah- setengah tetapi sesuatu yang satu seutuh- utuhnya. Langkah- langkahnya selalu meninggalkan ukiran yang dalam tak terlupa jijiknya. Seonggok daging yang mencoba berdiri tegak diantara lupa. Semua berakhir... Seorang tukang becak berseragam Polisi, seorang Direktur berpakaian Koki, seorang penjahat berseragam Angkatan Laut dan seorang Seniman patah.

Kata sebagai judul masih terlihat jelas dinisan, dibunuh walang sangit yang tertawa angkuh. Selarik kata wasiat bagi lidi- lidi yang lain, didalam balon kata diatas nama dinisan.
~TAMAT~

------------------------------------------------------
Cerita Yang Terhapus Dari Kosongnya Warna
AnginRibut "is very dangerous"^^

Senin, 30 Maret 2009

Hey....


Aerosmith- "Jaded"

=================================

Hey j-j-jaded, you got your mama's style
But you're yesterday's child to me
So jaded
You think that's where it's at
But is that where it's supposed to be
You're gettin' it all over me X-Rated

My my baby blue
Yeah I been thinkin' about you
My my baby blue
Yeah you're so jaded
And I'm the one that jaded you

Hey j-j-jaded
In all it's misery
It will always be what I love and hated
And maybe take a ride to the other side
We're thinkin' of
We'll slip into the velvet glove
And be jaded

My my baby blue
Yeah I'm thinkin about you
My my baby blue
Yeah I'm so jaded
And baby I'm afraid of you

Your thinking's so complicated
I've had it all up to here
But it's so overrated
Love and hated
Wouldn't trade it
Love me jaded

Hey j-j-jaded
There ain't no baby please
When I'm shootin the breeze with her
When everything you see is a blur
And ectasy's what you prefer

My my baby blue
Yeah I'm talkin' about you
My my baby blue
Yeah I've been thinkin' about you
My my baby blue
Yeah you're so jaded
Baby
Jaded
Baby
You're so jaded
'Cause I'm the one that jaded you

Kamis, 19 Maret 2009

Apakah Benarkah Bisanya Maunya Begitunya Segitunya Saja..?


Beneran masih gak mau milih juga nih..?? Katanya generasi penerus bangsa?? Pemuda harapan bangsa, mahasiswa gitu loh..Huh..katanya pinter cerdas dan cinta tanah air Indonesia. Milih gitu aja gak bisa?Nenekku aja tahu mana yang terbaik dan terbau buat dirinya dan negaranya, masak situ kagak tahu.? Wuw..payah!! "Sampeyan sama nenekku pinteran mana coba?" Pake gembor- gembor segala lagi!! kebodohan kok digembor.. Mendingan diem apa pura- pura datang milih terus dirobek- robek aja malah keliatan punya harga diri tuh.. Golpat golput golpet golpot kopet!!

Coba bayangin.. kalo kau ngerasa pinter..masak pemimpin negaramu kau pasrahkan saja pada orang- orang yang kalian anggap bodoh karena mempercayai sistem, calon pemimpin, pemilu segala macam dan bla-bla-bla.. Yeah!! Pecundang bangeet.. Kalah sama anak SMA yang sering dicoblos. Mending bunuh diri aja sono..Hwehe..

Uikuikuik..^^ Semua hanya bercanda saja..tak ada maksud menghakimi, mengintimidasi. Jika maunya negaranya majunya... ya milih yang mananya kek lah!! Yang kalian pikir baguslah, paling tidak yang terbagus dari semua yang busuk. Ha-ha-ha-ha...^.^ Muach!! Luv u...

Kamis, 12 Maret 2009

Breakdown Tralala...


RHCP:
"UNIVERSALLY SPEAKING"

I saw your face
Elegant and tired
Cut up from the chase
Still, i so admire
Bloodshot your smile
Delicate and wild
Give me she-wolf style
Rip right through me

Silveretta the jets of a lifetime
Go and get her,
I got her on my mind
Nothing better,the feeling is so fine
Simply put, i saw your love stream flow

Come on, baby,'cause theres no name for
Give it up and i got what i came for
Universally speaking
I take it back and you make me nervous
Nothing better than love and service
Universally speaking
I win in the long run

I saw your crime
Dying to get high
Two of a kind
Beats all hands tonight

Silveretta the jets of a lifetime
Go and get her,
I got her on my mind
All the better, to make it is so fine
Simply put, i saw your love stream flow

Come on, baby, 'cause there's no name for
Give it up and i got what i came for
Universally speaking
I take it back and you make me nervous
Nothing better than love and service
Universally speaking
I win in the long run

Silveretta the jets of a lifetime
Go and get her,
I got her on my mind
Nothing better,the feeling is so fine
Simply put, i saw your love stream flow
Simply put, i saw your love stream flow

Let's go

Rabu, 11 Maret 2009

Klethik- klethik, WARNING jagung!!


"Kupinjam Tawa Kalian"

Wakakakakakakak... wekekekekekekekek... haghaghag... uikuikuik.... kakakakaak.. kekkekekekekekeek.... hahahahaha... hehe.. hwehehe... ahahaha... wikikikikik... wokokokokok... wukukukukuk... wkwkwkwwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk... :D :)) =))..

"Terima Kasih"

^^

Jumat, 27 Februari 2009

Mimpi Diatas Lusuh Sandal Jepit



Disebuah lembah yang sunyi kuterbaring melamunkan sesuatu di pinggir sawah pak tani. Menatap riangnya bocah memainkan layang- layang hitam, melayang beradu nasib sial yang terus mencekeram kaki- kaki sang langkah. Seperti barbel lima kilo pensil yang berdansa denganku, berasa seember air peceren secangkir kopi yang kuangkat, seberat bakaran sampah tembakau yang kuhisapkan merasuki sebuah tempat yang membuatku bertahan hidup. Tersungkur kudibuat ketika serangkaian bunga mawar merah membanduli mata sipit.

Mati gerak seolah syaraf motorik tak bisa bekerja keras kembali. Melayu sendu membisu bertatapkan kosong mlompong. Berkunang- kunang lalu gelap hinggap didahan mimpi diatas lusuh sandal jepit andalan, menyeramkan, menyakiti bulu kuduk anak perempuanku "Majorieska Harmoni", seorang gadis tegar bersemangat, kuat nan anggun. Lalu dengan lembutnya istriku memelukku. Tersenyum bangga melihat cerianya pesona buah hati mondar-mandir sana-sini. Ayam- ayam tetangga pun tak mau melewatkan, berkejar- kejaran terbang rendah dan akhirnya duduk manis mengamati anakku yang sedang asik dengan boneka serta beberapa mainan yang dibelinya dari tabungan uang sakunya, seolah- olah mengawasi menjaganya dari binatang buas yang mungkin akan mendekat.

Seperti orang- orang bodoh yang lain, aku ingin menjadi lebih cerdas. Seperti pria- pria ganteng pada umumnya ^^, aku memperistri seorang perempuan cantik. Langsat putih merah merona pipi mulusnya, lebat rambut panjang, semampai semampir membuatku tak bisa melepaskan kain sarung yang semakin lama semakin tak bisa kulepaskan saja. Waktu itu suaranya yang sexy merambat melalui udara segar desa masuk kelubang telinga, terproses otak dan aku semakin tak tahan. Masih terasa garis- garis gerayangannya pagi tadi di tubuhku, namun tak bisa hanya kubayangkan saja nikmatnya teh tubruk bikinan istriku tercinta itu. Seperti diriku didalam benaknya hanya ada pengabdian, mendedikasikan dirinya untuk sesuatu yang dicintainya. Ia curahkan seluruh daya upaya dan pikiran, loyal dan terus bersemangat walaupun kadang diluar dugaan sampai logika tak lagi bisa kuharapkan tuk mengerti. Hahaha...memang aneh dan terkadang menyengat membingungkan, tapi aku suka itu.

"Kapan kita pulang ke kota Pak?" sembari menyuapi Rieska istriku bertanya. "Seminggu lagi ya Bu? aku masih betah di desa. Lagipula lama kita tak menginap di sini dan urusan kita di kota kan bisa diatasi mereka dulu, sekalian mereka belajar". Istriku mengangguk tersenyum simpul setuju "Ok coy.." meniru kata andalan Budi Anduk sambil memukul pantatku. Dan anakku menirukannya "iya coy.." cuek tanpa tatap dan ekspresi yang membuatku tertawa geli.

Kami pernah membicarakan sesuatu tentang teriknya jalan raya, tentang rimba manusia diujung pepohonan, tentang perbedaan, dunia politikus- tikus, keringat, darah mubadzir, kebutuhan, uang, tindakan, hasrat, kebodohan, pengalaman, nikmat, tentang suatu hal dan kejadian yang sering membuat kami berselisih pendapat serta banyak hal hal hal hal hal hal lainnya yang bila dibukukan akan menjadi rekor sebuah buku pencakar langit. Dan pada suatu perdebatan sengit kami menyepakati suatu hal yang akhirnya selalu membimbing kami menuju persatuan dan kesatuan keutuhan keluarga kami yang harmonis seperti anak kami. Bahwa tak ada lagi kaya-miskin, benar-salah, baik-jahat, manis-pahit, indah-tidak indah serta semua perbedaan yang lain. Semua hanya masalah keseimbangan dunia, dunia memiliki hak untuk memilih dan terkadang memang tidak ada lagi pilihan selain mencuri kasarannya.

Kembali lagi Rieska berlarian, kali ini ia mengejar kupu- kupu kuning yang sempat hinggap dihidung mancungnya. Rambut ikalnya mengembang, bergoyang selaras dengan langkah larinya. Tangan yang seakan ingin menangkap meraih kupu- kupu tadi megar-mingkup bersama suara nada tawanya yang meninggi dan merendah. Tertawa seekor bekicot yang merambat dipohon pisang sebelahnya, jerapah yang asik makan daun pohon jati berhenti dan tersenyum, seekor anak badak iri melihat, dua ekor ayam sedang kawin, para kudanil mangap-mangap, seekor macan mengendap-endap serta beberapa anak ayam berteriak- teriak memanggil induknya yang sedang diperkosa. Kemudian sang kupu- kupu siang menghilang, Rieska melambaikan tangan dan ketika melintas didepanku tiba- tiba anakku sayang terjatuh dipelukan bapaknya, merayuku dengan sandiwara ekspresi murung dan bertanya "Pak?, kapan mau ngajarin Rieska terbang?" aku tersenyum, kepegang dan ku usap- usap kepala mungilnya "nanti kalau sudah gedhe belajar terbang sendiri ya nak..."Karena dia anak kami aku yakin tak ada yang sanggup menghalangi langkahnya, menipunya apalagi melukainya.

Rumah kami di desa terletak di tepi sungai Bening kampung Pepohonan Rw.44 Rt.12 Kecamatan Rimba Raya sebuah kota di pulau Jawa. Suara deras arus menambah suasana menenangkan, kaya akan ikan- ikan yang selalu saja tak bosan kami santap dari hasil memancingku setiap harinya. Ada Bibi bersama seorang anak yang mengurus dan menempati tempat tinggal kami. Berbentuk kotak dengan gaya minimalis, tiga kamar tidur ruang tamu, ruang makan dan dapur saja. Halaman taman yang luas dengan beragam bunga- bunga dan tanaman buah, tak lupa sengaja aku buat ayunan ditengahnya, di bawah pohon mahoni yang lebat.

Hari terakhir di desa, sengaja aku berjalan- jalan sendirian ke hutan. Kusapa beberapa tetangga yang kutemui, bertanya kabar dan obrolan basa- basi lainnya. Ditengah perjalanan kubertemu dengan seorang nenek tua renta perkasa yang menggendong setumpuk ikatan kayu bakar dan kusapa senyum keriputnya "Nyari apa nak? jalan- jalan ngelamun sendirian?" dua gigi seri yang tersisa terlihat hitam karena nenek itu suka menginang pikirku. " Ndak nyari apa- apa mbah..cuman menikmati suasana saja.." Aku jadi teringat akan orang tuaku, yang membesarkanku dengan sabar karna aku sadar anak nakal. Dasar aku orang pendiam, tak banyak yang bisa ku bicarakan dengan Simbah itu. Namun beliau menyadarkanku akan perjuangan hidup tanpa henti...sampai tangan dan kaki rusak mati total, sampai nyawa sudah bosan mendiami tubuh yang bergaya hidup tak sehat seperti abad ini.

Hanya itu yang bisa kugambarkan dari mimpiku diatas lusuh sandal jepitku, dalam isi kepala yang dibawa tubuh kecil dekil, kurus kering kerontang bermuka pas- pasan. Lusuh kumuh, berkobar semangat yang kujamin takkan pernah padam.

Aku terus bertanya- tanya, dengan semangat berjuta tanda tanya merebahkan mimpi- mimpiku semakin mendekat. Menelanjangi indah yang terlihat. Estrogen dalam otak terus memicu hasrat memecah belah kegelisahan. Membaginya dalam bentuk kilatan-kilatan kecil dari sebuah guntur besar menyambar kuping- kuping gajah yang menempel diselarik tembok tetangga. Bergelombang, fluktuatif tak tentu arah. Bingung, bingung dan bingung. Dan... BLARR!! hujan datang, aku bangkit dari lamunan.

Tak bisa kuingat apapun, tak bisa membedakan sesuatu yang nyata dan khayalan. Terserang autis dan epilepsi mengejangkan raga terkapar dijalan setapak dua tumpuk gunung ranum. Tak ada yang peduli, karna kuyakin aku bisa atasi semua sendiri. Aku pernah belajar dan terjatuh dan aku yakin dapat berdiri diatas kakiku sendiri, bukan kakimu, kaki tetangga atau kaki siapapun. Sedangkan aku juga pernah belajar mengayuh, berlari dan selalu aku mencobanya.

Terbenam mataku diufuk barat daya menunaikan ibadah jingga patah- patah, membiru gelap semakin berat. Awan yang menghalangi sinar jingga, memberikan efek volume pada cahaya- cahaya yang terselip didada. Terlihat indah terasa menyesakkan dalam harmoni sebuah sore kumenanti. Dalam kurun waktu yang sesingkat itu tubuhku terbawa arus deras perasaan bingung, lepas kendali diratapi kesenangan yang membuat ketagihan. Beberapa kali tidur menyelamatkanku....Menjelang fajar mulai lagi aku melangkah, Hanya beberapa detik kecepatan suara saja, suara tawanya biasa kudengar. Cukup ratusan langkahku tuk bisa menaruh setangkai darah didepan rumah. Empat puluh tetes bensin tak lebih... Namun serasa empat juta tahun cahaya dari hangatnya makan malam. "Semoga semua berjalan lancar"

Sabtu, 21 Februari 2009

Coblos dan Goyang Sepuasnya



Tak seperti partai- partai busuk lain kami lebih busuk penuh belatung berbau bangkai yang lezat. Kami punya lebih banyak warna, dalam partai kami semua warna dari primer, sekunder, tertier dan seterusnya kami campur aduk- aduk menjadi satu bentuk partai yang mempunyai lebih banyak kebohongan untuk ditawarkan kepada rakyat. Jika saat ini mereka partai- partai pesaing kami semakin cerdas, lihai mengobral janji- janji dan lebih licik, licin dan cerdik kami lebih cerdas dari mereka dalam membodohi, menipu, lebih licik memperalat, merongrong, merayu menawarkan kebohongan dari sebuah visi dan misi yang kami bawa genggam erat kemana-mana. Platform kami adalah "Mati" yang tak kuat mati saja-lah, yang lemah mending mampus karena dinegara kami mati adalah salah satu pilihan yang menyenangkan.

Tim sukses kami seperti biasa terdiri dari preman kelas teri sampai kelas paus pembunuh, memanfaatkan massa yang mereka punya dengan merayunya dengan sebungkus rokok kretek ora enak. Untuk mewujudkan kemenangan, tim kreatif juga telah kami bentuk. Beranggotakan 10 orang yang terdiri dari creative director, art director, copy writer, beberapa designer dan sisanya para jongos. Mereka bertugas mengkonsepkan kemudian mempromosikan kebohongan- keabohongan kami melalui media cetak, elektronik, media luar ruang. Dari media lini atas, bawah, kiri, kanan, depan maupun belakang. Melalui TVC dari duit ngutang kami menawarkan kemunafikan dan segala jenis kebohongan kami tadi. Menggunakan spanduk, umbul-umbul, bendera billboard dan lainnya menyampahi jalanan dengan narsisme muka- muka korup mesum, njijiki tenan. Terlihat jelas omong-kosong diraut muka mereka para caleg dari ekspresi dan garis- garis kerutan dahi yang membentuk tulisan "USA" dibalik bacanya.

Berlatar belakang negara yang kian semrawut, kami termotivasi untuk menampung ide- ide rakyat, keluhan- keluhan dan membuangnya ke tong sampah. Mengentaskan kemiskinan dengan membiarkan orang- orang miskin mati kelaparan atau membunuh mereka satu- satu. Memenggal kepala yang kebanyakan bacot, meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengajarkan kepada mereka bahwa kekuatan adalah segalanya. Tak lain adalah agar terwujud negara yang anarkis, kuat untuk menandingi hegemoni negara- negara adi daya saat ini yang semakin seenak wudel-nya saja.

Stabilitas ekonomi akan kami bina dengan memperluas industri perkebunan opium, ganja dan semacamnya. Melegalkan, memperkuat dan memperluas sektor- sektor lokalisasi atau industri perlonthean dengan mengadakan penyuluhan serta bimbingan yang akan ditangani tenaga profesional yang kami datangkan khusus dari jaman batu. Yang nantinya diharapkan akan menarik turis- turis dan para investor asing untuk datang berinvestasi atau sekedar mampir mencicipi hidangan seadanya.

Capres yang kami usung dalam pemilu nanti tak lain ialah Prof. DR Iblis AnginRibut- ribut anjing bermuka dua belas. Siap sedia memakan uang rakyat memperalat masyarakat dengan doktrin- doktrin yang memaksa untuk bekerja rodi roda gila besar kaki tangan babi. Mempunyai kepribadian yang sedikit sensi, egois yang tinggi, maruk, bladok, serakah, mesum, jahat dan tentu saja bodoh, sangat memungkinkan untuk mengacau balaukan negara hingga keakar-akarnya. Menghancurkan masa depan yang tak kunjung kian mapan dan melahirkan kembali masa lalu yang gelap kelam suram.

Demikian sepenggal profil kami. Kamilah partai terbaik dari negara kami Republik Orong- orong Mawut. Ingat- ingat!! partai nomor 112. Cobloslah partai kami!!, disudut kiri atas kertas agak ketengah dikit, turun kebawah mentok hingga keluar kertas suara. Nah...disitu terdapat tulisan Partai Obar- Abir dengan lambang kelamin pria atau sering disebut dengan penis dan lebih akrab lagi dipanggil kontol. Ha-ha-ha lha wong namanya memang itu...^^ Kami menjamin negara akan segera punah secepat- cepatnya dalam tempo yang sesingkat- singkatnya.

Atas nama rakyat Orong- orong Mawut : AnginRibut-ribut

Senin, 26 Januari 2009

Sebatas Omong Kosong



Bersama segenap sepuluh jemari menari, akan aku mulai tuliskan sampah kepala batuku yang menggangguku, merongrong jiwa merusak organ-organ tubuh kecil dekil ini. Lebih dari sekedar imaji di pelataran pintu gerbang ilusi, hamparan samudra Bahasa Indonesia coba kususun dari rentetan mahligai rumah hati yang kubina sepanjang 23 tahun terakhir. Dengan sedikitpun rasa takut yang tak pernah ada, aku bersumpah apapun yang akan terjadi, menghalangi, mencoba membunuh menjegal langkah ini, saya "AnginRibut" akan tetap berhembus untuk Indonesia yang kucintai sejak aku membuka mata...wew.. Dan atas nama angin yang kan terus berhembus, semua ini demi nona cantik disana... ahahahahahahaha..tapi sungguh...aku tak bercanda!?.^^

Diiringi suara gledek meledek:
"Tubuh akan kembali ke tanah ibuku, bumi Indonesia, jiwa akan bersatu dengan angin dan bagaimanapun angin akan terus berhembus"

Dimulai dan disambut raungan terompet emas.... 2009 indah nada itu terasa kecut terdengar merayap di setaman langit malam yang berbintang warna-warni bergejolak dalam intuisi yang kian sepi menepi disudut lapangan sepak bola..wedew..dan lemparan kedalam untuk PERSIJA!!terjadi pelanggaran di dalam kotak penalti...penalti dilakukan daaaaaaaan.............!!! tidak GOOOLLL!!terjadi perkelahian, baku hantam bacok membacok antara suporter PERSIJA dan AREMA!!wasit pun tak luput..dan terpaksa saya tutup siaran langsung ini karena saya pun disatroni mereka.... sampai jumpa!! Fiuhhh...sedikit pribadi yang muncul dari susahnya ekonomi...salah siapa??terserah anda....... dan saya kembali berhembus:
Iba aku mendengar nada sedih terompet seorang anak yang terasa sedih menyedihkan sendirian ditengah sawah "kebon suwong" milik bapaknya yang aku kira seorang agraris mungkin...!?Kian kenyayat dan akhirnya kutinggalkan... ck..Dan kupikir malamku pun menyedihkan..
Kala itu, sejengkal dari palu pukul 12 malam tepat, waktu terasa terhenti seketika...Sunyi sepi merasuk... Terdengar gemerisik daun tertiup angin menggelinding berputar-putar pusing. Pendar kembang api dilangit seolah tak sanggup merekah. Atmosfer ceria penuh gelak tawa tapi tetap saja sunyi, suara 2009 nada terompet bersama menambah sunyi ini semakin dalam. Lamunanku berhenti pada sesosok makhluk yang melintas mampir didepan mata hati dibawah bintang-bintang malam itu...Dan kembali kurasa "Bunga Bangkai di Tengah Gurun" yang kudamba terlihat, terdengar dan ter-apa-saja membisu lirih diantara gemuruh awan hitam yang membalut indah wajah dan senyum yang kian lama semakin pelit medit. Bunga itu bagai kontras selaras nan harmonis, bagai sebuah karya masterpiece yang tentu saja cacat!! namun kurindu..hwehehe. Lantunan lagu kembali terdengar dan sang waktu kembali berjalan...
Ohh...tidaaaaak!!aku terperosok terjerumus di kolam para melankolis..tolong akuu! saya tak bisa berenang!!.Dengan ikannya yang mengigitkan kedua sisi giginya berteriak kasar mencerca, mencaci meledek dengan angkuh seringai tawa. Dan siapakah bunga itu? aku juga belum tahu.^^

Kembali lagi kuberhembus, kusadari aku berada dalam pusaran transisi hidup yang entah sampai kapan. Setiap petunjuk yang kutemui kucoba cerna, bisik- bisik pun serius kudengarkan, segala arah mata angin ribut telah ku jejali dan akhirnya kutemukan bersama dirinya yang secara tidak sengaja malah membebaniku. Namun itu semua terpaksa kubiarkan saja mengalir deras tanpa beban.

Sudah- sudah cukup sampai disini dulu. Sebatas omong kosong ini kutuliskan sebagai awal dan sebagai benteng yang tak tertembus oleh segala jenis caci-maki, ejekan namun tak pernah kututup pintu hatiku untuk masukan dan semua spesies kritik pedas.

Akhir sebuah awal, sedikit tentang saya...aku adalah aku hanyalah aku dan hanyalah aku. Tetapi aku adalah aku yang memang aku selalu aku serta aku itu tetaplah aku karena aku sederhana apa adanya, dengan begitu besarnya "Mimpi Diatas Lusuh Sandal Jepit" yang akan menjadi sebuah judulku nanti, sebelum "Bunga Bangkai di Tengah Gurun".Entah berwujud apapun itu terserah saya tentunya...Hwehehe... "Belum Tamat"